Kemampuan Manajemen Keuangan Mahasiswa DKV, Antara Kreativitas dan Pengeluaran
Di balik karya kreatif yang dihasilkan mahasiswa DKV, tentu banyak juga kebutuhan yang harus dipenuhi selama menjalani perkuliahan. Dimulai dari alat gambar, bahan produksi tugas, biaya cetak, hingga perangkat pendukung seperti laptop, tablet, dan kamera menjadi pengeluaran yang cukup sering ditemui oleh mahasiswa DKV. Kondisi ini membuat biaya yang dikeluarkan selama kuliah tidak hanya sebatas pada uang kuliah, tetapi juga kebutuhan penunjang proses kreatif.
Sebagai program studi yang berfokus pada praktik kreatif, DKV memiliki berbagai tugas yang memerlukan alat dan media pendukung. Mahasiswa tidak hanya mengerjakan tugas digital, melainkan juga membuat karya cetak, fotografi, videografi, maupun proyek berbasis media lainnya.
Pengeluaran yang paling sering dirasakan mahasiswa biasanya berasal dari biaya percetakan. Seperti mencetar poster, laporan, kemasan, hingga merchandise membuat mahasiswa harus mengalokasikan anggaran tambahan di luar kebutuhan sehari hari. Selain itu, pembelian alat seperti sketchbook, alat gambar dan lainnya juga turut menjadi pengeluaran yang tidak bisa di hindari.
Menurut Talitha, salah satu mahasiswa DKV semester 2, biaya terbesar justru sering muncul saat mendekati pengumpulan tugas atau pameran.
“Kadang biaya produksi lebih besar dari perkiraan kita. Apalagi kalau output tugas harus dicetak dengan skala besar atau banyak. Sekali tugas bisa menghabiskan puluhan sampai ratusan ribu rupiah tergantung kebutuhan.” ujarnya.
Meski begitu, banyak mahasiswa yang tidak kehabisan akal untuk memutar otak agar pengeluaran keuangan mereka tidak terlalu besar. Seperti memanfaatkan fasilitas kampus hingga berbagi alat dengan teman.
Menjadi mahasiswa DKV tidak hanya membutuhkan kreativitas dan kemampuan teknis saja, namun juga kesiapan dalam mengelola dan memanajemen pengeluaran selama masa perkuliahan. Berbagai kebutuhan produksi yang mendukung proses pembelajaran menjadi bagian dari perjalanan mahasiswa dalam menghasilkan karya. Karenanya, kemampuan mengatur anggaran menjadi keterampilan penting yang perlu dimiliki agar proses kreatif dapat berjalan secara optimal tanpa mengabaikan kondisi finansial.
Reporter : Sabita Laila Safitri Editor : Tim Website Pordi DKV Unesa



