Mahasiswa DKV Unesa Gelar “Stendhal Exhibition”: Angkat Urban Identity dan Pentingnya City Branding untuk Destinasi Wisata
DKV_UNESA, Surabaya — Kreativitas mahasiswa Program Studi Desain Komunikasi Visual (DKV) Universitas Negeri Surabaya (Unesa) kembali mendapat sorotan publik melalui penyelenggaraan pameran visual bertajuk Stendhal Exhibition. Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, pada 24–25 Mei 2025 di atrium Royal Plaza Surabaya, ini menampilkan karya-karya bertema Urban Identity yang mengangkat potensi identitas kota-kota di Indonesia melalui pendekatan desain dan seni visual kontemporer.

Pembukaan Stendhal Exhibition oleh dosen dan tendik DKV
Pameran ini merupakan bagian dari tugas akhir mata kuliah Branding dan Kewirausahaan semester empat, namun memiliki nilai tambah tersendiri karena dirancang dan dikelola sepenuhnya oleh mahasiswa. Tidak hanya sebagai tugas akademik, Stendhal Exhibition mencerminkan inisiatif, jiwa wirausaha, dan semangat berkarya di ruang publik yang kian tumbuh di kalangan mahasiswa DKV Unesa.
“Saya hanya memberikan ruang dan arahan. Gagasan untuk membuat pameran ini murni datang dari para mahasiswa sendiri. Ini bukti bahwa kreativitas mereka bukan hanya soal menyelesaikan tugas, tetapi juga tentang semangat untuk mengekspresikan ide di ruang publik,” ungkap Hendro, dosen pengampu mata kuliah Branding dan Kewirausahaan.
Stendhal Exhibition mengusung konsep city branding, sebuah pendekatan strategis dalam membangun citra dan identitas kota melalui visualisasi yang kuat dan konsisten. Melalui karya-karya seperti desain produk, ilustrasi, poster, instalasi seni, dan media interaktif, para mahasiswa mencoba menangkap karakteristik kota tertentu dan menyajikannya dalam bentuk narasi visual yang imajinatif, informatif, sekaligus komunikatif.
Beberapa kota yang diangkat antara lain Yogyakarta, Surabaya, Bandung, hingga kota-kota kecil dengan potensi wisata yang belum tergarap maksimal. Setiap kelompok mahasiswa berupaya menyajikan identitas kota dari perspektif mereka sendiri, dengan mengedepankan keunikan budaya lokal, potensi wisata, sejarah, hingga gaya hidup urban modern.
Penelitian-penelitian dalam bidang city branding menunjukkan bahwa branding destinasi memiliki peran penting dalam meningkatkan daya tarik kota, baik untuk tujuan wisata, investasi, maupun relasi antarwilayah. Menurut laporan Anholt (2010) dan penelitian oleh Kavaratzis & Ashworth (2005), strategi city branding yang efektif mampu memperkuat citra kota, mendorong partisipasi warga, serta menciptakan diferensiasi kompetitif di tengah persaingan global. Oleh karena itu, pameran seperti ini memiliki relevansi kuat dengan isu-isu aktual dalam pembangunan perkotaan dan promosi destinasi wisata.
Selain memamerkan karya visual, Stendhal Exhibition juga menghadirkan sejumlah kegiatan edukatif dan inspiratif. Salah satunya adalah talkshow bersama Indrajaya Susanto, CEO Lencanna Branding, yang membahas tren dan tantangan dalam industri branding di era digital. Sesi ini memberikan wawasan langsung dari praktisi branding kepada mahasiswa dan pengunjung umum.
Acara juga dimeriahkan oleh sesi berbagi pengalaman dari praktisi industri kreatif seperti Ohim, Allansyah, dan Aiz Agatha, yang memberikan pandangan luas tentang proses kreatif, dinamika karier, serta pentingnya membangun portofolio dan jejaring profesional sejak dini.
Salah satu inovasi dalam pameran ini adalah sistem voting interaktif, di mana pengunjung diberi stiker untuk memilih karya kelompok yang paling inovatif, komunikatif, dan menarik. Sistem ini tidak hanya mendorong partisipasi aktif pengunjung, tetapi juga memotivasi mahasiswa untuk menghadirkan pengalaman pameran yang imersif dan berdampak emosional.
Pameran ini menjadi bukti konkret bahwa mahasiswa DKV Unesa mampu menerjemahkan teori branding dan kewirausahaan ke dalam praktik nyata. Setiap aspek pameran, mulai dari kurasi karya, penyusunan konsep, strategi komunikasi, hingga eksekusi acara, dikelola secara mandiri oleh mahasiswa. Ini mencerminkan kesiapan mereka untuk terjun langsung ke dunia industri kreatif dan wirausaha.
“Stendhal Exhibition adalah cerminan dari semangat dan kemampuan mahasiswa untuk menghidupkan teori dalam bentuk karya yang nyata. Kami bangga melihat antusiasme mereka untuk tidak hanya belajar di ruang kelas, tetapi juga menyentuh masyarakat secara langsung,” tutup Hendro.

Lebih dari sekadar tugas akhir, Stendhal Exhibition menjadi panggung bagi mahasiswa DKV Unesa untuk mengedukasi publik mengenai pentingnya branding dalam membangun identitas kota. Di era di mana persaingan destinasi wisata semakin ketat, visual branding yang kuat dapat menjadi alat strategis dalam mempromosikan kota, membangun kepercayaan, dan menarik perhatian khalayak global.
Melalui karya mereka, mahasiswa DKV Unesa membuktikan bahwa proses kreatif di ruang akademik dapat berkontribusi secara nyata dalam isu-isu strategis pembangunan dan pariwisata kota. Dengan demikian, Stendhal Exhibition tidak hanya menjadi momen akademik, tetapi juga langkah kecil menuju masa depan branding kota yang lebih visioner dan inklusif.
Reporter: Natasya Apriani
Editor: Diah Asri Magdavi, Muhamad Ro'is Abidin
Dokumentasi: Tim Humas Prodi DKV Unesa



