Mahasiswa DKV UNESA Raih 4 Besar di Ciputra Film Festival 2025 Lewat Film Horor “Cah Ayu”
DKV_UNESA, Surabaya — Mahasiswa Program Studi Desain Komunikasi Visual (DKV) Universitas Negeri Surabaya (Unesa) kembali mencatatkan prestasi membanggakan di kancah nasional. Kali ini, sekelompok mahasiswa angkatan 2023 berhasil menorehkan nama mereka dalam ajang Ciputra Film Festival 2025, sebuah kompetisi film tahunan bergengsi yang diikuti oleh ribuan sineas muda dari seluruh Indonesia.
Film pendek berjudul “Cah Ayu” yang mereka produksi berhasil masuk empat besar kategori film horor, menyisihkan lebih dari 1.600 karya submisi dari berbagai daerah. Capaian ini menjadi salah satu bukti bahwa karya kreatif mahasiswa, meskipun lahir dari ruang akademik, memiliki potensi besar untuk diapresiasi secara luas di industri perfilman nasional.
“Cah Ayu” awalnya diproduksi sebagai proyek tugas akhir mata kuliah Videografi di semester empat. Namun siapa sangka, karya ini justru berkembang menjadi salah satu film yang mencuri perhatian dewan juri di Ciputra Film Festival. Film ini ditayangkan secara resmi dalam sesi pemutaran khusus di Cinema XXI Ciputra World Surabaya pada 28 Mei 2025, bersama deretan film terbaik lainnya dari berbagai kategori.
Muhammad Okky Allansyahadi, mahasiswa DKV Unesa yang bertindak sebagai sutradara, mengaku tidak menyangka film yang mereka garap dengan sumber daya terbatas tersebut dapat menembus persaingan festival yang begitu kompetitif.
“Kami sangat terkejut sekaligus bangga atas pencapaian ini. Awalnya, kami hanya fokus menyelesaikan tugas kuliah dengan maksimal, tidak menyangka bisa lolos seleksi festival sebesar ini,” ujar Okky, didampingi oleh Annisa Purnamasari selaku produser film.
Film “Cah Ayu” menawarkan pendekatan visual yang unik dengan memadukan nuansa horor lokal dan elemen seni visual khas mahasiswa DKV. Cerita yang diangkat menyentuh sisi budaya dan kearifan lokal, dengan penyajian atmosferik yang kuat—membuat film ini menonjol di tengah persaingan. Sentuhan estetika dan gaya penceritaan yang berani membuat “Cah Ayu” mampu meninggalkan kesan mendalam bagi penonton dan dewan juri.
Sesi bincang film Cah Ayu oleh Okky dan Annisa
Keberhasilan ini pun mendapat apresiasi tinggi dari jajaran akademik. Koordinator Program Studi DKV Unesa, Marsudi, S.Pd., M.Pd., menyampaikan rasa bangga atas pencapaian mahasiswanya.
“Ini adalah bukti nyata bahwa kreativitas mahasiswa DKV Unesa mampu bersaing di tingkat nasional. Saya sangat bangga dan berharap keberhasilan ini dapat menjadi motivasi bagi mahasiswa lainnya, terlebih bagi Program Studi Film dan Animasi yang baru saja dibuka di Fakultas Bahasa dan Seni tahun ini,” ujar Marsudi.
Ciputra Film Festival sendiri merupakan salah satu ajang kompetisi film terbesar dan paling bergengsi di Indonesia. Setiap tahunnya, festival ini menarik ribuan partisipasi dari pelajar, mahasiswa, sineas independen, hingga komunitas film dari berbagai kota. Penjurian dilakukan oleh profesional industri film yang berpengalaman, menjadikan festival ini sebagai barometer kualitas dan kreativitas film pendek di tanah air.
Dengan capaian ini, “Cah Ayu” tak hanya memperkuat eksistensi DKV Unesa di panggung nasional, tetapi juga menjadi inspirasi nyata bagi generasi muda untuk terus berkarya, bereksperimen, dan berinovasi melalui medium film. Film ini menjadi contoh bahwa karya yang lahir dari ruang kelas pun dapat berkembang menjadi prestasi yang membanggakan, bahkan di tengah kompetisi yang ketat sekalipun.



