Mahasiswa DKV UNESA Raih Juara 2 Lomba Mural Nasional Festival Rupiah Berdaulat Indonesia 2025

Karya peraih juara 2 di ajang lomba FERBI 2025
DKV_UNESA, Surabaya - Prestasi membanggakan kembali diraih mahasiswa Universitas Negeri Surabaya (Unesa). Dua mahasiswa Program Studi Desain Komunikasi Visual (DKV) angkatan 2022, Steven Lanang Yoga Brata dan Kinanthi Febrian Valintina, sukses meraih Juara 2 dalam ajang Lomba Mural Festival Rupiah Berdaulat Indonesia (FERBI) 2025 yang diselenggarakan oleh Bank Indonesia.
Kompetisi berskala nasional ini menjadi ajang bergengsi yang diikuti oleh 92 peserta dari berbagai daerah di Indonesia. Dari jumlah tersebut, hanya 15 peserta terbaik yang berhak melaju ke babak final dan melakukan live mural langsung di Istora Senayan, GBK Jakarta, pada bulan Agustus 2025.
Dalam perlombaan ini, Steven dan Kinanthi tampil menonjol dengan karya mural bergaya pop art dan karikatur, serta penggunaan warna-warna cerah dan kontras tinggi yang berhasil menarik perhatian juri dan penonton. Mural mereka tidak hanya menampilkan kekuatan visual, tetapi juga menyampaikan pesan sosial yang kuat tentang pentingnya menjaga dan mencintai rupiah sebagai identitas bangsa.
“Proses kreatif kita dimulai dari pengembangan ide, pemilihan warna, objek visual, dan style gambar. Kita ingin mural ini menyampaikan pesan yang kuat, sekaligus menarik secara visual,” ungkap Steven saat diwawancarai.

Foto bersama Steven & Kinanthi beserta karyanya
Inspirasi mereka berasal dari keinginan untuk menunjukkan bahwa seniman dari daerah kecil seperti Tulungagung, tempat asal mereka, mampu bersaing dengan seniman mural dari kota-kota besar lainnya. Keduanya ingin membuktikan bahwa mahasiswa DKV pun bisa tampil sejajar di kancah nasional.
Tantangan terbesar mereka adalah merealisasikan desain digital ke dalam media mural berukuran besar (3x2,5 meter) secara presisi. Mereka menghabiskan waktu dua jam pertama lomba hanya untuk menyusun sketsa agar gambar tetap konsisten dengan konsep awal. Bagian paling krusial dalam mural tersebut adalah wajah Gubernur Bank Indonesia, yang digambar sedetail dan serealistis mungkin.
Mural karya Steven dan Kinanthi juga menghadirkan beragam tokoh dari berbagai suku dan profesi – seperti suku Jawa, Dayak, Minang, Bali, serta profesi petani dan tentara – yang melambangkan keberagaman Indonesia. Semua tokoh ini bersatu untuk menyuarakan pentingnya menjaga keaslian dan stabilitas mata uang rupiah.
“Kita ingin menyampaikan bahwa seluruh warga Indonesia, tanpa memandang latar belakang, harus bersinergi menjaga rupiah sebagai simbol identitas bangsa,” jelas Kinanthi.
Sebagai mahasiswa DKV, mereka melihat lomba ini sebagai ajang untuk mengasah keterampilan komunikasi visual dalam bentuk seni mural yang sarat makna.
“Mural bukan sekadar seni dinding, tapi media komunikasi yang kuat. Lewat lomba ini kami belajar memilih simbol visual dan warna yang tepat agar pesan kami mudah dipahami,” tambah Steven.
Ke depan, keduanya berencana untuk terus aktif mengikuti berbagai kompetisi seni lainnya, baik di bidang mural, desain grafis, maupun ilustrasi.
Reporter: Diah Asri Magdavi
Dokumentasi: Tim Humas Prodi DKV Unesa



