Poster Film “SORE: Istri dari Masa Depan” – Ketika Golden Ratio Menemukan Waktunya
Jika diperhatikan lebih dalam, poster film ini menyajikan pemandangan tangga spiral yang memutar dari sudut pandang atas. Dalam lintasan tangga tersebut, tampak karakter perempuan yang hadir berkali-kali di setiap sudut belokan, sementara karakter laki-laki berdiri di bagian atas, memegang tangan sang perempuan. Sekilas, elemen spiral tersebut mungkin hanya terlihat sebagai latar arsitektural semata. Namun bagi mata yang terlatih, bentuk itu merupakan representasi dari Golden Ratio, yaitu sebuah prinsip estetika klasik yang sejak lama digunakan dalam seni dan desain untuk menciptakan komposisi yang harmonis secara alami.
Sumber: Instagram @cerita_films
Golden Ratio, atau yang dikenal pula sebagai rasio emas, adalah angka irasional sekitar 1,618 yang dipercaya menciptakan keseimbangan visual ideal. Pola ini banyak ditemukan di alam, seperti pada susunan daun, cangkang kerang nautilus, bahkan galaksi. Dalam dunia seni dan desain, pola ini digunakan untuk menempatkan elemen-elemen penting agar mata manusia mengikuti alur pandang secara alami dan tidak terasa dipaksa. Golden Ratio bahkan digunakan sebagai acuan keindahan, salah satu contohnya adalah lukisan karya Katsushika Hokusai berjudul The Great Wave, 1831. Hal ini pula yang terjadi pada poster "SORE: Istri dari Masa Depan", mata penonton akan tertarik dari bagian tengah bawah poster, yaitu tempat sosok sang tokoh perempuan muncul berulang kali, lalu mengikuti garis spiral menuju ke arah atas.

Sumber: https://www.artandobject.com/slideshows/golden-ratio-revealed-7-masterpieces
Penggunaan spiral tidak hanya menyajikan keindahan simetri, tetapi juga menyimpan simbolisme yang kuat. Spiral dalam konteks ini menjadi metafora dari waktu yang berulang, berlapis, dan bergerak terus-menerus. Tema ini sejalan dengan premis film yang mengangkat konsep relasi lintas waktu dan perjalanan emosional pasangan dalam menghadapi masa depan yang belum pasti. Dengan demikian, tangga spiral bukan hanya elemen dekoratif, tapi menjadi bahasa visual yang menyatu dengan inti cerita film itu sendiri.
Warna-warna yang digunakan dalam poster pun terasa selaras. Nuansa kayu coklat yang hangat, dinding berwarna krem, serta busana tokoh yang didominasi biru laut menciptakan suasana yang melankolis namun intim. Palet warna ini membantu mengarahkan emosi penonton tanpa perlu teks panjang, cukup dengan gambar, rasa bisa tersampaikan. Tipografi judul dengan font sans serif berwarna emas memberi kesan modern namun elegan, menegaskan bahwa ini adalah kisah yang menyentuh tetapi tidak klise.
Keseluruhan komposisi poster menunjukkan bahwa tim desain tidak sekadar menyusun gambar untuk menarik perhatian, tetapi benar-benar merancangnya dengan prinsip dasar estetika dan narasi visual. Dalam era di mana banyak poster film hanya mengandalkan potret wajah atau efek visual mencolok, poster SORE tampil berbeda, tenang, penuh makna, dan sangat terstruktur. Tidak berlebihan jika dikatakan bahwa poster ini adalah contoh sukses bagaimana prinsip matematika klasik seperti Golden Ratio dapat diterjemahkan menjadi bahasa visual modern yang komunikatif dan menyentuh.
Dengan desain seindah ini, "SORE: Istri dari Masa Depan" telah mencuri perhatian publik bahkan sebelum trailernya dirilis. Dan mungkin, seperti spiral waktu dalam posternya, kisah cinta dan pilihan yang ditawarkan film ini akan terus berputar di benak penonton jauh setelah mereka meninggalkan bioskop.
Sumber:
Poster resmi SORE: Istri dari Masa Depan, produksi Cerita Films (2025).
Elam, K. (2001). Geometry of Design: Studies in Proportion and Composition. Princeton Architectural Press.
Art & Object. (n.d.). Golden Ratio Revealed: 7 Masterpieces. Diakses 5 Agustus, 2025, https://www.artandobject.com/slideshows/golden-ratio-revealed-7-masterpieces
Penulis : Shofani Azhari
Editor : Tim Website DKV Unesa



