Inovasi City Branding: Merespons Budaya Lokal melalui Pameran Tipografi DKV UNESA

DKV_UNESA, SURABAYA - Fakultas Bahasa dan Seni (FBS) Universitas Negeri Surabaya (UNESA) ramai dipadati pengunjung selama dua hari terakhir berkat Pameran Tugas Akhir “Final Exam Exhibition” yang menampilkan karya-karya memukau mahasiswa Desain Komunikasi Visual (DKV) Angkatan 2023. Pameran ini tidak hanya sekadar menampilkan karya dengan ukuran yang besar, tetapi juga merangkai cerita dan inovasi melalui tipografi lingkungan dan fotografi yang luar biasa.
Salah satu sorotan utama dari pameran ini adalah karya-karya tipografi lingkungan yang memiliki tinggi minimal 140 cm. Meirina Lani Anggapuspa, S.Sn., M.Sn. selaku pengampu mata kuliah Tipografi, menyebutkan bahwa karya dengan ukuran yang besar dan didukung dengan konsep lokalitas budaya setempat, sebagai upaya untuk mengangkat kembali popularitas tipografi kewilayahan yang mulai meredup. “Tipografi lingkungan bukan sekadar huruf besar yang berdiri di jalanan. Saya ingin karya ini merespons lingkungan sekitar dan menjadi bagian dari city branding yang menarik dan fungsional,” jelas Meirina dengan antusias.
Pameran ini dibuka oleh Wakil Rektor Bidang 4, Dr. Martadi, M.Sn., dengan memberikan pidato yang inspiratif. “Eksistensi DKV tidak akan pernah ada akhirnya. Terbuka luar biasa untuk berkarir di era industri kreatif dan budaya visual. Tantangan diri sendiri dan soft skill menjadi sangat penting. Saya bangga dengan kalian semua yang belajar meskipun sulit, karena dengan kesulitan kita bisa menjadi pribadi yang tangguh," ungkap Martadi, disambut tepuk tangan meriah dari hadirin.
Setiap kelompok mengusung konsep unik dan dapat memvisualkannya dengan baik. Salah satu kelompok yang menarik perhatian adalah Kelompok 4 dari kelas DKV 2023 A, yang terdiri dari Siti Khanan M.I.L., Afif Darmayani, Mahdiyah Zulfa Hamidah, Nasywa Kamilah Aayah, Alya Inastsabita, Shafrina Fifilian, Siti Lestari Rahmadiani, dan Reza Alifia. Kelompok ini mendapatkan tugas untuk melakukan city branding kota Bojonegoro.
Karya kelompok 4 “kota Bojonegoro” |
“Konsepnya berupa adat dan budaya khas dari Bojonegoro, seperti tokoh yang berpengaruh (cerita rakyat Prabu Angling Dharma), tempat wisata, wayang, baju adat pengantin, makanan khas, dan tariannya. Alasannya karena kami ingin mengenalkan adat dan budaya unik apa saja yang dimiliki Bojonegoro dan dituangkan pada elemen-elemen yang ada pada setiap huruf,” ungkap Tarira Diani, anggota kelompok 4.
Kelompok lain yang tak kalah menarik adalah Kelompok 6 dari kelas DKV 2023 G, yang terdiri dari Itut, M. Ainun Qulub, M. Agus Dwi Ramadita, Fikri Julianto, Ahmad Arif Fianto Efendi, M. Hafish Aldiazh A, M. Faizal Safi’i, Najwa Wardatul J, dan M. Bany Adhipura. Kelompok ini mendapatkan tugas untuk melakukan city branding kota Lamongan.
“Kami menggunakan gabungan antara huruf dekoratif dan denotatif. Kami mengangkat beberapa ikon kota Lamongan seperti ikan Lele, makanan khas, ikon kuliner, dan motif khas Lamongan. Tujuannya adalah untuk memberikan insight baru kepada audiens tentang potensi maupun spot ikonik kota Lamongan. Kami menuangkan unsur-unsur tersebut pada huruf berukuran besar yang membentuk kata: LAMONGAN,” jelas Itut, perwakilan kelompok 6.
Marsudi, S.Pd., M.Pd selalu korprodi DKV UNESA juga turut memberikan apresiasi pada karya yang dipamerkan. Marsudi menyebutkan bahwa pameran ini bukan hanya sekadar acara tahunan di setiap akhir semester, akan tetapi juga menjadi sebuah proses pembelajaran yang berharga. “Ini pertama kalinya pameran kelas dibuka oleh Bapak WR4. Ini bukan semata-mata pameran, tetapi juga sebagai pembelajaran dan bekal untuk masa depan, serta kesiapan dalam menyambut tugas akhir kalian,” tandasnya.
Sesi peninjaun karya pameran oleh Dr. Martadi, M.Sn., |
Pameran ini menampilkan 31 karya tipografi lingkungan dari berbagai kota dan kabupaten di Jawa Timur. Setiap karya tidak hanya menunjukkan keahlian teknis, tetapi juga kreativitas dan pemikiran mendalam dari para mahasiswa. Dengan memanfaatkan berbagai media dan teknik, mereka berhasil menciptakan karya yang tidak hanya indah tetapi juga bermakna.
Pameran “Final Exam Exhibition” ini membuktikan bahwa mahasiswa DKV UNESA memiliki potensi besar untuk berkontribusi dalam industri kreatif Indonesia. Kreativitas mereka tidak hanya terbatas pada lingkup kampus, tetapi juga mampu memberikan dampak positif bagi masyarakat dan lingkungan sekitarnya. Mari kita nantikan inovasi-inovasi berikutnya dari para talenta desainer muda ini!