Affinity by Canva: Pendatang Baru yang Siap Goyang Dominasi Adobe
Dalam dunia desain grafis dan kreatif, nama Adobe telah lama menjadi raja tak terbantahkan. Software seperti Photoshop, Illustrator, dan InDesign telah menjadi standar industri selama lebih dari tiga dekade. Namun, dalam beberapa tahun terakhir, angin perubahan mulai berhembus. Sebuah pemain baru yang tangguh muncul dengan strategi yang siap mengancam, yaitu Affinity oleh Canva.
Awalnya, Affinity adalah suite kreatif independen dari perusahaan Inggris. Dengan tiga produk andalan—Affinity Photo (pengolah raster), Affinity Designer (editor vektor), dan Affinity Publisher (desain layout)—mereka berhasil merebut hati para desainer yang lelah dengan model langganan Adobe. Kunci utamanya adalah harga sekali beli (one-time purchase), performa yang sangat cepat, dan kompatibilitas penuh dengan format file Adobe.
Momentum Perubahan, Canva Membeli Affinity
Pada Maret 2024, langkah strategis besar terjadi: Canva, platform desain berbasis web yang sudah mendunia dengan 185 juta pengguna, mengakuisisi Affinity. Gabungan kekuatan ini bagai petir di siang bolong. Canva, yang dikenal dengan kemudahan penggunaan untuk non-desainer (prosumer), kini memiliki senjata profesional kelas atas untuk menyerang pasar inti Adobe. Apa yang Membuat Affinity Begitu Menjanjikan?
Model Harga yang Revolusioner: Di tengah dominasi model langganan (subscription) Adobe, Affinity menawarkan pembelian sekali untuk selamanya. Bagi freelancer, startup, atau bahkan perusahaan besar, ini menghemat biaya operasional secara signifikan.
Performa dan Stabilitas: Dibangun dari nol dengan teknologi modern, software Affinity terkenal ringan, cepat (terutama dalam membuka file besar), dan minim lag. Ini adalah kelegaan bagi pengguna yang frustrasi dengan software yang kian berat.
Fitur Kompetitif dan Modern: Affinity tidak sekadar meniru. Mereka menghadirkan fitur unggulan seperti "Live Filters" non-destruktif, sistem Persona yang memungkinkan beralih mode kerja dalam satu aplikasi, dan dukungan HDR yang impresif. Untuk kebutuhan desain modern seperti UI/UX dan ilustrasi digital, alat mereka sangat mumpuni.
Integrasi Mulus dalam Ekosistem: Ketiga produk Affinity (Photo, Designer, Publisher) berbagi format file tunggal (.afdesign/.afphoto/.afpub) dan bekerja bersama dengan lancar. Fitur "Studio Link" memungkinkan pengeditan foto langsung di dalam dokumen Publisher tanpa perlu aplikasi terpisah—sebuah workflow yang efisien.
Strategi Canva: Menjembatani "Pro" dan "Prosumer"
Dengan membawa Affinity ke dalam naungannya, Canva sedang membangun ekosistem desain paling komprehensif.
Tier Bawah (Canva Gratis/Pro): Untuk pasar massal, pendidikan, dan bisnis kecil yang butuh desain cepat, kolaboratif, dan berbasis template.
Tier Profesional (Affinity Suite): Untuk desainer, fotografer, penerbit, dan agensi kreatif yang membutuhkan kontrol penuh, ketepatan, dan power tanpa kompromi.
Yang paling cerdik, Canva berpotensi membuat jembatan antara kedua tier ini. Bayangkan membuat draft di Canva, lalu melanjutkan editing mendalam di Affinity Photo dengan satu klik. Atau mengekspor asset dari Affinity Designer langsung ke Canva Workspace untuk kolaborasi tim. Ini akan menjadi aliran kerja (workflow) yang belum pernah ada sebelumnya.
Tantangan yang Dihadapi Afinity
Meski momentumnya kuat, Affinity masih menghadapi tantangan besar:
Dominasi Standar Industri: Photoshop dan Illustrator sudah mendarah daging. File .PSD dan .AI adalah lingua franca di studio kreatif, agensi, dan percetakan.
Ekosistem yang Terintegrasi: Adobe bukan hanya software, tapi ekosistem (Creative Cloud, Fonts, Stock, Behance) yang sulit ditandingi.
Motion dan 3D: Adobe memiliki After Effects dan Substance 3D. Affinity masih fokus pada desain 2D statis.
Budaya dan Kebiasaan: Mengubah kebiasaan profesional yang sudah bertahun-tahun membutuhkan lebih dari sekadar software yang bagus.
Masa Depan Melalui Pertarungan yang Seimbang
Kehadiran Affinity yang kuat di bawah bendera Canva akhirnya memberi pilihan nyata bagi industri. Kompetisi ini memaksa semua pihak, termasuk Adobe, untuk berinovasi lebih cepat, memperhatikan harga, dan mendengarkan pengguna.
Bagi para kreator, ini adalah masa yang menyenangkan. Mereka kini memiliki opsi tetap di Adobe untuk ekosistem lengkap dan standar industri atau beralih ke Affinity untuk efisiensi biaya, performa, dan kebutuhan desain 2D yang mendalam. Bahkan dapat menggunakan kombinasi Canva + Affinity untuk workflow yang fleksibel dari konsep sederhana hingga eksekusi profesional.



